Tanggapan Positif Konsumen Cerdas Paham Perlindungan

9 Apr 2013

Menanggapi hal yang baru-baru ini sedang tenar seperti “konsumen cerdas paham perlindungan konsumen” maka perlu digaris bawahi tentang segi positif Undang - Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang mana sangat membantu masyarakat indonesia untuk maju dan mengerti tentang produk yang berkualitas. Sarana dan prasarana yang telah disediakan pemerintah untuk menjunjung tinggi kualitas memang perlu sepenuhnya di dukung, oleh karena itu sebagai konsumen yang tahu dan paham apa itu “Perlindungan Konsumen” seharusnya sadar bahwa dengan memilih barang yang memenuhi Standart Nasional Indonesia (SNI) itu sangat mutlak adanya.

Pembahasan yang kongkrit mengenai masalah perlindungan konsumen adalah penting untuk di ulas, demi terciptanya kecerdasan yang mana bisa menunjang khalayak untuk tetap paham akan pentingnya masalah ini.

Saat ini tentunya anda sudah memahami hak hak anda sebagai Konsumen.Tinggal lagi sekarang perlu diketahui cara pengaduan bila kita dirugikan.berikut ini akan diuraikan cara mengungkapkan secara jelas kasus yang kita hadapi,bagaimana menghadapi pihak lain yang mempunyai taktik taktik mengelak.yang tidak kalah penting akan diungkapkan cara mencari keadilan di Badan Penyelesaian sengkete Konsumen (BPSK) merupakan bantuan Hukum yang murah berada diluar jalur Pengadilan.untuk saat ini di Bali BPSK baru tahap Pembentukan.

Boleh jadi kita merasa kecewa dengan barang cacat yang baru kita dapa dari sebuah toko atau tidak puas dengan pelayanan yang kita terima dari pemberi jasa. Tetapi sebelum langsung melakukan pengaduan ke tempat kita dikecewakan, ada sejumlah pertanyaan yang memerlukan jawaban.

Apa inti pengaduan yang akan kita lakukan? Ketidakpuasan harus dibuat sejelas mungkin sehingga mudah dibedakan. Dengan kata lain, kekecewaan ini harus secara spesifik disebutkan.

Apakah sumber kekecewaan bukan berasal dari kesalahan kita sendiri? Apakah kita merasa yakin sudah mengikuti petunjuk yang diberikan pelaku usaha ? Kalau kita merasa ragu,cari kepastian di Bagian Pengaduan Deperindag atau LPKSM terdekat. Kalau jawaban kita terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas ya maka kita boleh berlanjut dengan langkah-langkah berikut.

Kumpulkan semua fakta dan bukti yang relevan dengan pengaduan kita yang meliputi jawaban terhadap pertanyaan mengapa, bagaimana dan dimana. Yang dikatakan bukti bisa saja berupa secarik nota pembelian, selembar brosur, invoice, iklan dan tagihan pembayaran. Atau foto hasil perbaikan sebuah barang jika kita memiliki saksi, cacat nama dan alamatnya. Dalam keadaan tertentu, mungkin . diperlukan seorang saksi ahli.

Lakukan pengaduan secepat mungin. Pengaduan yang dilakukan terlambat membuka peluang kehilangan sebagaian hak konsumen.

Ikuti tata cara yang lazim. Pertama-tama cobalah untuk mendapatkan saluran atau tata cara yang tepat untuk pengaduan. Tujuan pengaduan kita dapat pihak yang tepat. Pengaduan yang salah alamat, misalnya, bisa berakibat upaya kita sia-sia karena pengaduan tidak akan ditanggapi. Jangan sampai kita melabrak bagian penerima, juru telepon atau staf pembantu yang tidak memiliki wewenang menyeselesaikan persoalan. Karena itu, carilah manajer, superveser atau pemilik toko. Tetapi harap diingat bahwa kadang kala seorang manajer pun tidak berhak memberikan kita ganti rugi. Dia harus terlebih dahulu berhubungan dengan kantor pusat. Pada prinsipnya, pengaduan pertama ditunjukan pada toko yang bersangkutan karena ada kemungkinan kalau langsung ke kanor pusat pengaduan akan tetap dikembalikan ke toko yang bersangkutan.

Catatlah pengaduan lisan yang kita lontarkan. Persoalan yang sepele kadang-kadang dapat diselesaikan dengan sekedar berbicara kepada seorang manajer atau supervisor. Tetapi jika ingin mengadu dengan cara lain sudah yang pertama, misalnya melalui telpon, pastikan bahwa kita sudah mencatat apa yang sudah disampaikan, berikut hari dan jam, nama serta jabatan orang yang mula-mula kita ajak bicara.

Jika pengaduan menyangkut barang yang kita beli di sebuah toko, kita hendaknya mengumpulkan semua kuintansi, slip kartu kredit, potongan cek ayau dokumen lain yang memperlihatkan bahwa kita memang membeli di toko yang kita maksud, kapan kita membeli dan berapa harga yang kita bayar. Bawa serta barang yang akan kita adukan, jika mudah dibawa, ketika kita akan mengadu ketoko,. Ingat jangan mengembalikan dokumen-dokumen asli kepada pelaku usaha sampai pengaduan kita ditangani dengan tuntas. Mungkin kita akan memerlukan dokumen tersebut lain kali ketika kita akan mengambil tindakan lanjutan terhadap pelaku usaha, misalnya ketika kita memutuskan untuk menuntut pengembalian uang. Jika barang yang akan diadukan sulit dibawa ( contohnya sebuah es atau mesin cuci ),pertama-tama telepon atau kembalikan ketoko bersangkutan dengan membawa dokumen yang diperlukan.

Pegang teguh pendirian. Janan menerima jawaban penolakan dari pelaku usaha kalau kita memang berada di jalur hukum yang benar. Misalnya, kita tidak mendapat tanggapan terhadap surat yang kita mendapat tanggapan sopan tapi basa basi, kirim surat lain kepada orang yang sama dengan menyabut surat sebelumnya. Katakan bahwa kita belum mendapat tanggapan atau tanggapan yang kita terima tidak memuaskan. Katakan selanjutnya bahwa kalau permasalahan tidak diselesaikan dengan semestinya pengaduan akan dilayangkan pada pihak berwenang. Tapi ingat jika kita harus menjawab sebuah surat dari sebuah perusahaan atau kantor pusat, kita harus menyebut referensi yang diberikan baikberupa nomor, inisial atau nama seseorang.

Senjata lain yang kita punya adalah media massa. Kalau pengaduan yang kita lakukan belum membuahkan hasil yang memuaskan dan pihak yang kita adukan berbelit-belit maka tidak berarti bahwa kita boleh segera membawa persoalan ini ke pengadilan. Proses ini akan memakan waktu maupun biaya. Kita masih mempunyai satu senjara yang bisa efektif, yakni media massa. Para pelaku usaha menghancurkan dana besar guna membangun citra mereka dan mereka akan menjaganya sekuat tenaga agar tidak tercoreng. Pengaduan ke media massa akan menarik perlakuan selaku usaha juga konsumen lain dengan nasib serupa. Pengaduan yang kita lakukan saat ini akan memaksa pelaku usaha lebih bertanggung jawab terhadap konsumen.

source: http://ryojeo.blogdetik.com/konsumen-cerdas-paham-perlindungan-konsumen/


TAGS konsumen cerdas paham perlindungan


-

Author

Follow Me